IKPI EGYPT

Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Al-Ikhlas

Sejarah Singkat

Ditulis oleh masimuda di/pada Maret 2, 2008

PONDOK PESANTREN AL-IKHLAS 

Banyak Jalan menuju ke roma. Pepatah itu tepat sekali untuk melukiskan kegigihan KH. Zulkifli Muhadli, SH, MM,  ketika merintis berdirinya Pondok Pesantren Al-Ikhlas di Taliwang. Ia yang bergaul dengan KH Ahmad Sahal dan KH. Imam Zarkasy  dari 1971 – 1982 kembali ke kampung halaman dengan mengajar Al-Quran kepada anak sekolah dasar.

Sambil mengajar anak muridnya tersebut, obsesi KH. Zulkifli untuk melaksana kan amanat dua kiai dari Gontor tersebut tak pernah oudar. Dua kiai Gontor itu memberi amanat kepada dirinya untuk bisa mendirikan pondok pesantren di daerahnya. Obsesinya itu mulai terwujud stelah selama dua tahun ia tinggal di kampungnya. KH. Zulkifli segera mendeklarasikan berdirinya pondok pesantren. Tepatnya Rabi 1 Februari 1984,yang juga bertepatan dengan 29 R. Akhir 1404 H,sehabis salat Magrib. KH. Zulkifli memproklamirkan berdirinya pondok pesantren yang bernama Al-Ikhlas. Pondok yang berdiri di Taliwang ini awalnya memiliki 9 orang santri. Mereka itu mantan murid KH.Zulkifli dalam belajar Al-Quran.

Pada awal tahun 80-an misalnya, pernah berdiri sebuah pesantren di daerah tersebut. Namun tetap saja masyarakat menganggap pesantren itu tak ubahnya dengan sebuah Madrasah Diniyah saja. Ketika Al-Ikhlas menawarkan konsep Pondok Pesantren, sebagai sebuah lembaga pendidikan yang mengajarkan masalah-masalah keagamaan secara terprogra, masyarakat sumbawa memberikan sambutan secara hangat.Bahkan hadirnya Al -Ikhlas di Taliwang juga ikut mendorong tumbuhnya pesantren di wilayah lain sekitar sumbawa.

Santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas Selain dari Sumbawa merekea juga berasal dari Jawa, Bali, Lombok, Flores dan Timtim. Namun sebagai komunitas masyarakat, Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang juga menjadi anggota Forum Komunikasi Pondok Pesantren Alumni Gontor. Selain itu juga mempelopori pembentukan dan memimpin beberapa periode Forum Kerjasama Pondok pesantren (FKSPP) Sumbawa. Bergabung dengan Forum Krja sama Pondok Pesantren (FKSPP) NTB, menjadi anggota Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI), memimpin pusat Koperasi Pondok pesantren (Puskoppes) BKSPPI Sumbawa. Selain itu Al-Ikhlas juga memperoleh organisasi kepemudaan seperti Pelajar Islam Indonesia (PII) masuk di pondok pesantren.

Meski mengadopsi sistem pesantren dari Gontor, ponpes ini juga melakukan adopsi dan inovasi dalam mengembangakn cirri khas pesantrennya.Panca jiwa Pondok ini meliputi, keikhlasan kesedrhanaa, persaudaraan, kemandirian dan kebebasan. Sedangkan moto Pesantren ini antara lain : beriman teguh, berakhlak mulia berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berfikir bebas. Sedangkan tujuan pendidikan di pesantren aqidah Islamiyah, kemasyarakatan dan thalabul ilmi sebagai ibada. Pesantren ini juga ingin mencetak ulama dengan tiga katagori Ulama Ulul Amri, Ulama Ulul Albab dan Ulama Ulul Amwal,

Sebagimana Gontor Pondok Pesantren ini mengembangan keunggulan di bidang pendidikan Bahasa Arab dan Inggris, pendidikan ilmu eksakta, penanaman disiplin dan pembentukan mental.Dalam pengajaran bahasa asing, pesantren ini, Pesantren ini bekerja sama dengan Lembaga Ilmu PengetahuanIslam dan Arab (LIPIA) Jakarta. Lembaga tersebut merupakan cabang Universitas Islam Imam Ibnu Saud Tiyas Saudi Arabia.

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>